SARA dan Fitnah Mewarnai Pilgub Jatim

Keshetrabbis.org – Gelora untuk menghadapi pendaftaran Pilgub Jatim yang semakin dekat kini mulai memanas. Hal ini juga dipicu dengan adanya isu bahwa Abdullah Azwar Anas sebagai cawagub untuk Saifullah Yusuf (Gus Ipul) akan mundur dari kandidat.

Kendati demikian, pihak PDIP tidak menanggapi hal itu dan akan terus memberikan dukungannya untuk Anas sebagai cawagub Jatim. Senada dengan PDIP, PKB juga akan memberi dukungannya. Dan untuk hal ini Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menilai biarlah masalah ini menjadi lingkungan kedua parpol.

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) hanya menyarankan untuk tidak menjadikan Pilgub menjadi pertarungan yang tidak adil dan tidak sesuai.

“Oleh karena itu, jangan ada yang menganggap pilgub adalah pertarungan hidup dan mati, sehingga menghalalkan segala cara untuk meraih kemenangan, termasuk menggunakan sentimen SARA dan adu domba, serta fitnah (black campaign),” ujar Ketua PBNU Robikin Emhas saat dihubungi, Jumat (5/1/2018) malam.

Robikin juga menambahkan tentang Pilgub 2017 yang juga terjadi masalah, dan untuk Pilgub Jatim sendiri diperkirakan akan dapat merusak stabilitas bangsa.

“Sebab, selain jauh dari nilai demokrasi dan menunjukkan sikap unfairness, tindakan itu dapat merusak kohesivitas sosial dan mengancam persatuan dan kesatuan bangsa. Pilgub DKI Jakarta harus jadi pelajaran berharga bagi kita semua,” tuturnya.

Selain dari kabar mundurnya Anas, ada juga pihak yang memanfaatkan kabar ini dan mengatakan jika ada perpecahan di NU. Menanggapi isu ini pihak PBNU mengatakan ini hanya omongan dari orang yang ingin mengambil keuntungan dari masalah yang ada di Pilgub Jatim. PBNU juga menegaskan jika para kiai dan warga NU (Nahdliyin) sudah cukup dewasa dalam bersikap.

“Para kiai dan warga NU sudah cukup dewasa. Mereka tahu bagaimana harus bersikap,” Robikin menegaskan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *