Diguyur Hujan Lebat, Pasaman Barat Terjadi Banjir

Keshetrabbis.org – Banjir setinggi hampir satu meter rendam rumah di Kampung Baru Nagari Batahan, Ranah Batahan, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat. Banjir yang terjadi akibat meningkatnya volume air di Sungai Batang Batahan.

“Benar, air Sungai Batang Batahan kembali meluap sampai ke badan jalan dan merendam puluhan rumah warga yang ada di sekitar sungai itu,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pasaman Barat Try Wahluyo di Simpang Empat, Selasa (26/12/2017).

Hujan deras yang terus melanda dari senin di Jorong Kampung Baru, diakui oleh Try Wahluyo sebagai pemicu terjadinya banjir di Nagari Batahan itu.

Banjir yang datangnya tidak terduga itu menggenangi jalan nasional karena tingginya air mencapai setengah meter. Akibat kejiadian ini jalan nasional harus ditutup untuk sementara waktu.

“Mudah-mudahan banjir cepat surut dan warga beraktivitas kembali seperti biasanya. Namun, warga tetap waspada karena cuaca ekstrem saat ini,” ucapnya.

Try Wahluyo mengatakan ini bukan kali pertama banjir menerjang kampung Baru Nagari Batahan, pasalnya pada Oktober 2017 Sungai Batang Batahan juga meluap dan menjadi banjir yang membuat puluhan rumah warga hancur dajn hanyut disapu derasnya air.

“Banjir ini merupakan kejadian berulang dalam waktu yang dekat. Solusinya tentu normalisasi sungai yang kewenangannya berada pada Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera II Medan Sumatera Utara,” ujarnya.

Try Wahluyo juga was-was dengan kondisi jalan nasional yang sewaktu-waktu bisa runtuh, karena berkali-kali diterjang air Sungai Batahan.

“Saat ini badan jalan sudah ada yang ambruk karena air sungai langsung menghantam badan jalan. Jika dibiarkan, jalan itu bisa putus,” pungkasnya.

Untuk mencegah terjadinya hal demikian, Try Wahluyo menghimbau untuk melakukan normalisasi atau mengantikan jalur air Sungai Batahan.

“Persoalannya adalah Pemkab Pasaman Barat tidak memiliki kewenangan untuk melakukan normalisasi. Yang berwenang adalah Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera II Medan Sumut,” ucapnya.

Tim BWS Sumatera II juga telah turun ke tempat kejadian dan melihat kondisi dari sungai tersebut. Dan berkoordinasi dengan Pemkab Pasaman Barat untuk melakukan normalisasi.

“Namun, hingga saat ini pengerjaan normalisasi belum juga dimulai. Jika ini terus dibiarkan, bisa-bisa jalan nasional yang menghubungkan Pasaman Barat dengan Sumut bisa putus,” ucapnya.

Try Wahluyo mengharapkan agar BWS Sumatera II dapat mengatasi masalah banjir yang terjadi pada Nagari Batahan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *