Fenomena Tanah Bergerak Berdampak Pada Belasan Desa Di Purworejo

 

 

Keshetrabbis.org – Siklon tropis Cempaka yang terjadi pada bulan November akhir kemarin menyebabkan peristiwa tanah bergerak pada sejumlah kecamatan di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Terdapat ratusan rumah warga di 13 desa terancam mengalami kerusakan lantaran kejadian tersebut.

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Purworejo, Sigit Ahmad Basuki mengungkapkan pihaknya akan secepatnya menghadirkan tim ahli untuk meneliti tanah retak.

Supaya mengetahui serta menyelidiki risiko tanag retak itu, BPBD mengagendakan akan menghadirkan tim dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung, Jawa Barat.

“Kami sudah menyampaikan surat ke PVMBG Bandung berkaitan dengan rekahan itu. Butuh kajian analisis berkaitan dengan masyarakat. Apakah layak atau tidak tanah yang mereka tempati setelah mengalami keretakan,” ungkapnya di kantornya, Jl Sarwo Edhie Wibowo No 14 B pada Jumat (8/12/2017).

“Hasil kajian tersebutlah yang nantinya akan menjadi dasar apakah warga akan direlokasi atau tetap diperbolehkan menempati rumah mereka,” imbuhnya.

Dua juga mengungkapkan sampai saat ini terdapat 13 desa di sejumah kecamatan yang menerima dampak buruk dari kejadian tanah bergerak itu. Bukan hanya jalanan yang mengalami kerusakan, tetapi banyak pula rumah yang rusak akibat retakan tersebut.

“Sebanyak 13 desa yang terdampak yaitu di wilayah Kecamatan Kaligesing, Bener, Loano, Purworejo, dan Gebang. Kerusakan enam rumah warga di Desa Jelok, bahkan 1 rumah amblas dan hancur, kemudian 1 rumah rusak berat di Desa Donorejo. Rumah warga yang lain juga masih terancam. Selain itu, sejumlah infrastruktur jalan juga mengalami kerusakan akibat retakan tanah,” katanya.

Tidak hanya mejalankan pemulihan di lokasi, BPBD juga sudah melayangkan SK penetapan status tanggap darurat. Dari SK tersebut, BPBD kemudian merangkai SK permohonan bantuan bagi korban dampak bencana.

“Bantuan yang kita ajukan ke Pemkab dan Provinsi sesuai dengan kondisi masing-masing,” kata Sigit.

Hujan masih diperkirakan akan mengguyur sampai bulan januari 2018. Masyarakat dihimbau untuk tetap waspadea terlebih yang terletak di daerah yang mengalami retakan tanah bergerak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *