Dugaan Pernikahan Sesama Jenis Hebohkan Warga Jember

 

 

Keshetrabbis.org – Warga jember dihebohkan dengan kabar adanya pernikahan sesama jenis, pasangan ini bahkan sebelumnya sempat disahkan oleh Kantor Urusan Agama (KUA) dalam pernikahannya dan ditetapkan sebagai pasangan suami-istri.

Pasangan tersebut merupakan warga Dusun Plalangan, Desa Glagahwero, Kecamatan Panti bernama Muhammad Fadholi (21) sedangkan sebagai istrinya yang berjenis kelamin laki-laki yaitu Ayu Puji Astutik (23), warga Dusun Krasak, Desa Pancakarya, Kecamatan Ajung. Pasangan ini menikah pada bulan Juli 2017 lalu di Kantor Urusan Agama Kecamatan Ajung.

“Pada saat menikah, datanya yang satu perempuan dan yang satu laki-laki. Jadi tidak ada yang aneh,” ungkap kepala KUA Kecamatan Ajung, Muhammad erfan.

Pernikahan sesama jenis ini diketahui pada pertengahan bulan September kemarin. Ketika itu, pihak KUA Ajung memperoleh pengaduan bahwa istri Fadholi adalah berjenis kelamin laki-laki. Kemudian, pasangan tersebut di panggil tetapi tidak menetapi panggilannya.

Meskipun demikian, pasangan tersebut membuat surat pernyataan bahwa pernah memalsukan data Ayu supaya dapat melangsungkan pernikahan. Dari surat pernyataan tersebut, KUA Ajung mengirimkan surat ke Pengadilan Agama supaya membatalkan pernikahan pasangan tersebut.

“Surat sudah kita layangan ke Pengadilan Agama. Kalau memang nanti keduanya memang benar-benar sejenis, maka pernikahan bisa dibatalkan,” ungkap Erfan.

Hingga kini, pernikahan sesama jenis tersebut masih berupa dugaan. Pihak KUA Ajung masih menunggu putusan Pengadilan Agama. “Baru dugaan, kalau memang nanti benar-benar terbukti ya kita batalkan pernikahannya,” imbuh Erfan.

Kepala Desa Glagahwero, Suryo mengungkapkan telah lega permasalahan tersebut akhirnya dapat terbongkar. “Ini pembelajaran buat kami dan juga perangkat-perangkat desa juga KUA, supaya peristiwa seperti ini tidak terulang lagi,” ungkap Suryo.

Sedangkan berkenaan mengenai dokumen yang telah dikeluarkan desa untuk melengkapi persyaratan pernikahan seperti KTP dan KK, Suryo mengungkapkan tidak mengeluarkan dokumen tersebut.

“(Dokumen) itu kan yang dari perempuan, dan bukan warga sini,” tuturnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *