KPAI Mendorong Pemerintah Buat Badan Pengawas RS

 

 

Keshetrabbis.org – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) memaksa pemerintah untuk membuat Badan Pengawas Rumah Sakit terkait adanya kasus meninggalnya bayi Debora Simanjorang di RS Mitra Keluarga, Kalideres, Jakarta Barat belum lama ini.

Komisioner KPAI Retno Listriarti mengungkapkan Badan Pengawas Rumah Sakit ini dibentuk untuk menjadi wadah aduan masyarakat mengenai pelayanan rumah sakit yang tidak sesuai aturan.

“Dengan badan pengawas ini masyarakat bisa mengadu. Badan ini bisa juga turut membantu masyarakat dan membangun pengawasan sistem bersama. Jadi keluarga pasien bisa mendapat pelayanan gawat darurat dengan semestinya,” ungkap Retno di Menteng, Jakarta Pusat.

Selanjutnya, diseminasi badan Pengawas Rumah sakit juga perlu dilakukan pada setiap wilayah kota maupun kabupaten sehingga masyarakat dapat mengenal adanya badan pengawas tersebut.

“KPAI mendorong pemerintah sosialisasikan tentang badan pengawas RS di tiap kota dan kabupaten,” katanya.

Menurutnya, harusnya semua Rumah sakit baik milik pemerintah maupun swasta wajib mempunyai fungsi sosial, maksudnya setiap rumah sakit harus memberi layanan gawat darurat pada pasien.

“RS harus punya fungsi sosial. Itu wajib memberikan layanan gawat darurat tanpa uang muka,” ungkap Retno.

Selain itu, KPAI juga menyarankan pemerintah untuk memperbaiki Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2013 mengenai Jaminan Kesehatan.

“Kami lihat dalam Perpres tersebut masih ada blind spot,” kata Retno.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *